inovaksi lingkungan





Lingkungan Hijau Lestari Segar Udaranya.., jernih air sungainya, pepohonan menghijau, Ikan berenang dengan tenang dan burung berkicau di pagi hari...apakah masih ada disekitar tempat tinggalmu?

Kota hijau berseri..desa membumi dengan sawah dan kokok ayam Jago dini hari..milik Indonesia kita..

AYO..lebih PEDULI pada Hijau Lestari di tempat tinggalmu..
dengan peran NYATA SEKARANG juga ..!!!

Minggu, 06 Oktober 2013

Tetes Embung Yang Selalu Ada Cerbung : 6 Oktober 2013

Ryo dan Andini hanya tertunduk malu di depan rumah andini yang asri.. hari baru pukul 7 pagi. di selatan jogja yang dingin di awal Desember. kicau burung di atas powon sawo kecik membelah suasana dingin diantara sejoli yang sebentar lagi berpisah ini Andini memandang wajah ryo : dan menawarkan "mau minum apa Ryo.." dengan suara lembutnya.. Ryo masih belum bisa menjawab hanya tangan andini yang dipegangnya terus seakan tidak mau lepas.. di dalam rumah andini terdengar sayup sayup dari Radio RRI Jogja sebuah klenengan lagu klasik khas gamelan jogja..: "dimanakah hati yang teruka jika harus berpisah dengan kekasih.. walau sementara.. gunung tinggi menjulang burung berkicau awan putih melambai.. dan hatiku tetaplah untuk kekasih hatiku.. ombak pantai bergulung.. membelas samudra raya dan jiwaku takkan berpaling kepada kekasihku..damabaanhatiku..: begitu bunyi lagu jawa di iringi musik gamelan..klasik dipagi hari awal desember 1987 di jogjakarta...

Kamis, 03 Oktober 2013

Tetes Embun Yang Selalu Ada (Cerbung : 3 nop 13)

Ryo memacu motor antiknya menuju rumah Andini hari semakin dekat..dan Ryo haru segera berangkat ke Inggris untuk melanjutkan studynya "belahan ombak di pantai Parangtritis... berbuih serupa butiran permata matahari pagi membelai kulitku dan angin pagi tepi pantai menyegarkan jiwaku dimanakah kekasih hatiku jika engkau tak dapat kutemui.. dimanakah kekuatan cintaku.. jika dirimu hanya sebatas bayang... deburan ombak Parangtritis mengelilingi kita menyatukan cinta kita..dipantai jogajakarta.. kota kenangan milik kita berdua mari menepi ke batu karang.. batu karang kita pegang erat ombaknya menarik kita... tapi hati kita sekeras batu karang menyatu bersama lembutnya ombak yang kembali ke lautan lepas pantai selatan Jogjakarta....